Sekolah, Orang tua menyambut "Kartu Pintar"
Kartu pintar, yang sebenarnya adalah sebuah kartu ATM dari
Bank DKI, berisi uang sejumlah Rp 240.000 (25 dollar amerika) dan akan di isi ulang
setiap awal bulan. Kartu pintar bisa juga di gunakan para siswa untuk membayar
biaya pendidikan pribadi, seperti seragam, buku dan transportasi.
Pemerintah mendistribusikan lebih dari 3000 kartu pada sabtu
untuk siswa SMA Jakarta utara di Tanjung Priok and untuk siswa dari empat
kotamadya lainya di Kemayoran, Jakarta Pusat.
Jokowi mengatakan bahwa pada akhir tahun lebih dari 10.000
Kartu Pintar akan di distribusikan untuk
siswa kurang mampu dari 98 sekolah swasta dan 15 sekolah negeri.
Pemerintah
merencanakan untuk memberi Kartu Pintar untuk semua siswa kurang mampu
di penjuru ibukota pada tahun 2013 dan akan ditingkatkan lebih dari Rp.600
milyar dari rencana.
Lebih dari seperempat juta siswa telah memenuhi syarat untuk
mendapatkan keringanan: 55.000 siswa SMA, 60.000 siswa SMP, dan 135.000 siswa
SD.
"Memberikan
uang baru secara langsung akan mengatasi masalah mereka. Para siswa tahu apa yang paling
mereka butuhkan. Beberapa mungkin perlu seragam,
beberapa yang lain mungkin perlu buku, "Jelas Jokowi.
Misun, 18,
mengatakan uang itu akan menjadi penyelamatnya, yang mencakup biaya bulanan
sekolah sebesar Rp 300.000, terlalu banyak beban bagi ibunya yang bekerja
sebagai pembantu rumah tangga.
"Sejak
ayah saya meninggal, ibu saya telah bekerja keras untuk menyekolahkan saya. Saya sangat senang bahwa ada
program seperti ini karena akan meringankan beban ibu saya, "kata Misun, seorang
pelajar di sebuah sekolah kejuruan akuntansi di Jakarta Utara.
Orang
tua juga terdengar sangat antusias untuk
program ini, dan melihatnya sebagai pembebasan dari biaya sekolah yang semakin
mahal.
“saya
bahkan tidak tahu apa itu ATM," kata Ahmad, salah satu anak kembar yang
terdaftar di SMA Muhammadiyah di Jakarta Pusat dan karena menerima kartu pada
hari Sabtu.
"Tapi
saya menerima surat dari sekolah kemarin yang memberitahu saya anak saya akan
menerima uang bulanan melalui kartu pintar itu. Saya hanya bisa mengatakan, Allah
Maha Besar, "kata tukang parkir 55 tahun.
Nita
Yuwasiatih, wakil kepala sekolah SMA Yappenda, menyela Ahmad, mengatakan
sekolahnya memuji program tersebut.
"Saya
tidak akan membatasi para siswa saya pada penggunaan uang itu selama kebutuhan
sekolah telah terpenuhi, karena uang itu milik mereka dan untuk mereka gunakan,"
katanya.
Jokowi mengatakan bahwa siswa bisa menggunakan uang itu dengan bebas, pemerintah akan melakukan survei terhadap guru dan orang tua untuk memeriksa untuk apa uang itu mereka gunakan.
Jokowi mengatakan bahwa siswa bisa menggunakan uang itu dengan bebas, pemerintah akan melakukan survei terhadap guru dan orang tua untuk memeriksa untuk apa uang itu mereka gunakan.
"Jangan gunakan uang untuk
pergi ke bioskop atau membeli satu set televisi, atau saya akan mencabut
kartu itu," kata Jokowi kepada para siswa dalam pidatonya di SMA Paskalis.
(alm)
translated by: Syahrudin Danu
Jenis: News translation
Jenis: News translation
sumber: jakarta post 2012/12/2