Selasa, 17 Desember 2013

Sekolah, Orang tua menyambut "Kartu Pintar"

NEWS TRANSLATION


Sekolah, Orang tua menyambut "Kartu Pintar"

Gubernur joko “jokowi” widodo meluncurkan kartu Jakarta pintar, sebuah program untuk mempermudah akses ke pendidikan bagi siswa dari keluarga yang kurang mampu. 


Kartu pintar, yang sebenarnya adalah sebuah kartu ATM dari Bank DKI, berisi uang sejumlah Rp 240.000 (25 dollar amerika) dan akan di isi ulang setiap awal bulan. Kartu pintar bisa juga di gunakan para siswa untuk membayar biaya pendidikan pribadi, seperti seragam, buku dan transportasi. 


Pemerintah mendistribusikan lebih dari 3000 kartu pada sabtu untuk siswa SMA Jakarta utara di Tanjung Priok and untuk siswa dari empat kotamadya lainya di Kemayoran, Jakarta Pusat.
 

Jokowi mengatakan bahwa pada akhir tahun lebih dari 10.000 Kartu  Pintar akan di distribusikan untuk siswa kurang mampu dari 98 sekolah swasta dan 15 sekolah negeri.

Pemerintah  merencanakan untuk memberi Kartu Pintar untuk semua siswa kurang mampu di penjuru ibukota pada tahun 2013 dan akan ditingkatkan lebih dari Rp.600 milyar dari rencana.


Lebih dari seperempat juta siswa telah memenuhi syarat untuk mendapatkan keringanan: 55.000 siswa SMA, 60.000 siswa SMP, dan 135.000 siswa SD.

"Memberikan uang baru secara langsung akan mengatasi masalah mereka. Para siswa tahu apa yang paling mereka butuhkan. Beberapa mungkin perlu seragam, beberapa yang lain mungkin perlu buku, "Jelas Jokowi.


Misun, 18, mengatakan uang itu akan menjadi penyelamatnya, yang mencakup biaya bulanan sekolah sebesar Rp 300.000, terlalu banyak beban bagi ibunya yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga.


"Sejak ayah saya meninggal, ibu saya telah bekerja keras untuk menyekolahkan saya. Saya sangat senang bahwa ada program seperti ini karena akan meringankan beban ibu saya, "kata Misun, seorang pelajar di sebuah sekolah kejuruan akuntansi di Jakarta Utara.

Orang tua juga terdengar sangat  antusias untuk program ini, dan melihatnya sebagai pembebasan dari biaya sekolah yang semakin mahal.


“saya bahkan tidak tahu apa itu ATM," kata Ahmad, salah satu anak kembar yang terdaftar di SMA Muhammadiyah di Jakarta Pusat dan karena menerima kartu pada hari Sabtu.

"Tapi saya menerima surat dari sekolah kemarin yang memberitahu saya anak saya akan menerima uang bulanan melalui kartu pintar itu. Saya hanya bisa mengatakan, Allah Maha Besar, "kata tukang parkir 55 tahun.


Nita Yuwasiatih, wakil kepala sekolah SMA Yappenda, menyela Ahmad, mengatakan sekolahnya memuji program tersebut.


"Saya tidak akan membatasi para siswa saya pada penggunaan uang itu selama kebutuhan sekolah telah terpenuhi, karena uang itu milik mereka dan untuk mereka gunakan," katanya.

Jokowi mengatakan bahwa  siswa bisa menggunakan uang itu dengan bebas, pemerintah akan melakukan survei terhadap guru dan orang tua untuk memeriksa  untuk apa uang  itu mereka gunakan.


"Jangan gunakan uang untuk pergi ke bioskop atau membeli satu set televisi, atau saya akan mencabut kartu itu," kata Jokowi kepada para siswa dalam pidatonya di SMA Paskalis. (alm)

 translated by: Syahrudin Danu
Jenis: News translation